|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 03 February 2010 19:33 |
|
Baca: Kolose 3:1-11
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. —Kolose 3:2 Bacaan Untuk Setahun: Keluaran 34—35, Matius 22:23-46
Dalam suatu perjalanan menuju kota Chicago, saya melihat sebuah poster yang mengiklankan sebuah seminar manajemen bisnis. Tulisan di poster itu menggugah rasa ingin tahu: Nilai Seorang Pemimpin Berbanding Lurus dengan Nilainilai Kepemimpinannya. Ketepatan dari pernyataan ini mengejutkan saya. Nilai yang kita anut membentuk karakter kita—dan pada akhirnya akan menegaskan bagaimana kita memimpin, atau apakah kita benar-benar dapat memimpin. Meskipun demikian, hal ini bukan hanya berlaku bagi para pemimpin.
Bagi pengikut Kristus, nilai hidup ini bahkan terlebih penting. Ketika Paulus menulis kepada para orang percaya di Kolose, ia mengatakan, "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi" (Kol. 3:2). Maksudnya adalah ketika kita hanya memperkenankan nilai-nilai hidup kita dimotivasi dan dibentuk oleh hal-hal yang kekal (dan bukan yang sementara), kita akan menjadi duta-duta Kristus yang efektif di dunia. Kita harus memiliki pemahaman bahwa kita adalah musafir di dunia, dan bukan turis. Dengan demikian, kita dapat tetap memiliki cara pandang yang jelas dan hati yang tidak menyimpang—dan kita dapat melayani sang Juruselamat dengan lebih efektif.
Dikatakan bahwa kita hidup di dunia yang mengetahui harga segala sesuatu, tetapi sama sekali tidak mengetahui nilainya. Namun, di dunia "sekarang", para pengikut Kristus telah dipanggil untuk membangun nilai hidup untuk hal-hal yang bersifat kekal. Dengan kata lain: Efektivitas Orang Percaya Berbanding Lurus Dengan Nilai-nilai Hidup yang Dimilikinya. —WEC
Oh Tuhan, Engkau melihat apa yang di dalam hati. Tidak ada satu pun tersembunyi dari-Mu, Oleh karena itu, tolonglah kami untuk menjalani hidup Dengan jujur, benar, dan baik. —D. De Haan
Peganglah erat hal-hal yang kekal, lepaslah hal-hal yang sementara.
|
|
|
Di Balik Tabir Yang Terkoyak |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 29 January 2010 20:03 |
|
Baca: Lukas 23:39-43
Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" —Lukas 23:43 Bacaan Untuk Setahun: Keluaran 23—24, Matius 20:1-16
Pendeta dan penulis Erwin Lutzer menulis: "Semenit setelah Anda melintas di balik tabir yang terkoyak, entah Anda akan menikmati sambutan pribadi dari Kristus atau Anda akan pertama kalinya melihat sekilas kesuraman yang belum pernah Anda lihat sebelumnya. Apa pun yang terjadi, masa depan Anda sudah pasti tidak dapat diganti dan tidak dapat diubah selamanya." Lukas mencatat narasi singkat tetapi sangat bermakna yang menggambarkan dua pria yang ada di balik tabir kematian tersebut. Ketika Yesus disalibkan, ada dua penjahat disalibkan di sebelah kiri dan kanan-Nya. Menurut Markus, kedua orang yang disalibkan bersama Yesus pun mencela-Nya (15:32).
Namun, salah satu dari penyamun tersebut mengalami perubahan hati ketika ia menyadari tentang ketidakbersalahan Yesus, dosanya sendiri, dan nasibnya. Penyamun yang bertobat itu menegur penyamun satunya. Penyamun yang bertobat meminta Yesus untuk mengingatnya ketika Dia masuk ke dalam kerajaan-Nya. Kata-katanya tersebut merupakan tanda pertobatan dan iman yang sederhana. Yesus menanggapinya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Luk. 23:43). Keselamatan bagi penyamun itu pun langsung terjadi. Ia mengetahui bahwa pada hari itu ia akan menerima kehidupan kekal.
Menyadari bahwa kita adalah orang berdosa dan memercayai kematian dan kebangkitan Yesus, meyakinkan kita bahwa kita dapat segera mengetahui dimana kita akan menjalani kehidupan kekal nantinya ketika kita melintas di balik tabir yang terkoyak. —MLW
Oh, mengapa tidak bertobat selagi kita bisa; Sudah terlambat, jika ditunda. Kehidupan mulia akan kita terima Selama-lamanya. —NN.
Untuk mempersiapkan hari esok, percayalah kepada Yesus hari ini. |
|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 28 January 2010 19:26 |
|
Baca: 1 Korintus 9:19-27
Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! —1 Korintus 9:24
Bacaan Untuk Setahun: Keluaran 21—22, Matius 19
Spiridon Louis tidak terkenal di dunia, tetapi ia terkenal di Yunani. Ini disebabkan oleh peristiwa di tahun 1896 ketika Pertandingan Olimpiade kembali diadakan di Atena.
Saat pertandingan di tahun itu, atlet Yunani bertanding dengan cukup baik—memenangkan medali terbanyak dibandingkan atlet negara lain. Namun, pertandingan yang menjadi sumber kebanggaan sejati bangsa Yunani adalah lomba maraton yang baru pertama kali diadakan. Ada 17 atlet yang bertanding dalam perlombaan lari berjarak 40 km ini, tetapi pertandingan ini dimenangkan oleh Louis—seorang karyawan biasa. Atas semua usahanya di dalam pertandingan tersebut, Louis mendapat penghargaan dari raja dan negara, dan ia menjadi pahlawan nasional.
Rasul Paulus menggunakan lomba lari untuk menggambarkan kehidupan Kristen. Di 1 Korintus 9:24, Paulus menantang kita untuk tidak hanya sekadar berlari, tetapi juga berlari untuk menang. Ia berkata, "Tidak tahukah kamu bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya." Paulus tidak hanya mengajarkan hal ini, tetapi ia juga menjalaninya. Dalam suratnya yang terakhir, Paulus berkata, "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir, dan aku telah memelihara iman" (2 Tim. 4:7). Setelah menyelesaikan pertandingan, Paulus bersukacita sepenuhnya karena menerima mahkota kemenangan dari Raja surga.
Seperti Paulus, bertandinglah dalam perlombaan duniawi untuk meraih kemenangan.dan menyenangkan Raja kita. —WEC
Sewaktu kita bertanding lari. Dengan usaha terbaik yang kita berikan. Kita dipacu oleh kenyataan Bahwa kita harus menang bagi sang Raja. —Branon
Perlombaan Kristen bukanlah lari jarak pendek, tetapi lari maraton.
|
|
Last Updated on Thursday, 28 January 2010 19:27 |
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 27 January 2010 20:51 |
|
Baca: Mazmur 23
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang. —Mazmur 23:2 Bacaan Untuk Setahun: Keluaran 19—20, Matius 18:21-35
Kata terhubung menggambarkan pengalaman hidup kita di zaman sekarang. Banyak orang jarang bepergian ke mana pun tanpa telepon genggam, iPod, laptop, atau pager. Kita dapat dihubungi 24 jam sehari. Sejumlah psikolog memandang keinginan untuk selalu terhubung ini sebagai suatu ketergantungan. Namun, jumlah orang yang sengaja membatasi penggunaan teknologi terus bertambah. Menjadi orang gaptek (gagap teknologi) adalah cara mereka menjaga ketenangan mereka, dengan membatasi alur informasi yang masuk di hidup mereka.
Banyak pengikut Kristus meyakini bahwa membaca Alkitab dan berdoa setiap hari penting dalam perjalanan iman mereka. "Saat teduh" ini adalah pemutusan gangguangangguan eksternal supaya dapat bersama dengan Allah. "Padang yang berumput hijau" dan "air yang tenang" yang tertulis di Mazmur 23:2 lebih dari sekadar pemandangan pedesaan yang menyenangkan. Kedua frasa ini menyatakan tentang hubungan kita yang erat dengan Allah dimana Dia memulihkan jiwa kita dan menuntun kita di jalan-Nya (ay.3).
Kita semua dapat menyediakan waktu untuk bersekutu dengan Allah, tetapi apakah kita melakukannya? Di dalam buklet yang ditulis oleh Robert Foster, 7 Minutes With God (7 Menit Bersama Allah), ia memberikan saran untuk memulai waktu teduh bersama Allah: Mulailah dengan doa singkat untuk meminta pimpinan, lalu bacalah Alkitab selama beberapa saat, dan akhirilah dengan doa singkat yang berisi penyembahan, pengakuan dosa, pengucapan syukur, dan permohonan bagi orang lain. Sangatlah penting menyediakan waktu hari ini untuk bersekutu dengan Tuhan, yang adalah hidup kita. —DCM
Kita perlu menyediakan waktu Untuk membaca firman Allah dan berdoa, Dan mendengarkan suara Roh Kudus Untuk menuntun kita di jalan-Nya. —Sper
Waktu bersama Allah adalah waktu yang digunakan dengan baik.
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 24 January 2010 17:13 |
|
Baca: Yohanes 16:17-24
Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. —Yohanes 16:22 Bacaan Untuk Setahun: Keluaran 12—13, Matius 16
Barangkali Anda mengenal dengan baik daftar tujuh dosa maut yang dirumuskan selama abad keenam yaitu: percabulan, ketamakan, keserakahan, kemalasan, kemarahan, kecemburuan, dan kecongkakan. Namun, Anda mungkin tidak mengetahui bahwa daftar aslinya telah dirumuskan di abad keempat dimana di dalam daftar tersebut juga tertulis dosa kesedihan. Selama tahun-tahun berlalu, emosi kesedihan dibuang dari daftar tersebut.
Sejumlah orang diberkati dengan watak periang. Mereka selalu terlihat gembira. Mereka selalu tersenyum seolah mereka sedang mengiklankan pasta gigi. Namun, ada juga yang terlihat sedih terus-menerus. Mereka selalu mengeluh tentang kehidupan dan beban yang ditanggungnya. Siapa yang dapat menyangkal bahwa beragam penderitaan mematahkan semangat?
Ketika kita mengakui bahwa tidak setiap orang diberkati dengan pandangan cemerlang di dalam kehidupan, kita perlu mengingat bahwa sukacita adalah salah satu karunia yang dijanjikan Yesus kepada pengikut-Nya. Kita seharusnya melawan setiap kecenderungan untuk membiarkan kesedihan mendominasi kehidupan emosional kita.
Yesus berjanji pada para murid-Nya di malam ketika Yudas menghianati-Nya, "Tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu" (Yoh. 16:22). Ingatlah bahwa sukacita adalah buah dari Roh yang berdiam di dalam hati (Gal. 5:22). Mari kita meminta Tuhan menolong kita supaya dapat melihat jauh melampaui keadaan kita yang menyedihkan dan menguatkan hati kita dengan gambaran sukacita yang menanti kita (Ibr. 12:2). —VCG
Hanya Engkau saja, Tuhan Yesus, yang dapat memberikan sukacita, Karena Engkau memahami kesedihan hati kami; Engkau datang dari kemuliaan untuk memenangkan hati Dan mengasihi orang yang pernah sengsara karena dosa. —NN.
Sukacita adalah buah Roh yang selalu berbuah sepanjang tahun.
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 1 of 11 |